Rabu, 31 Agustus 2011

Khotbah RPK


Roma 11: 1 – 15

11:1 Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.
11:2 Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah:
11:3 "Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."
11:4 Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal."
11:5 Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
11:6 Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.
11:7 Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya,
11:8 seperti ada tertulis: "Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini."
11:9 Dan Daud berkata: "Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka.
11:10 Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk."
11:11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.
11:12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.
11:13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,
11:14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.
11:15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?

“Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan,
sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu
bukan lagi kasih karunia” (ay. 5-6)







Mari Kita Berdoa:
            Maha besar Engkau ya Allah Bapa kami yang di sorga. Segala puji dan syukur serta hormat kami, kami sampaikan kehadirat-Mu, karena Engkau Bapa begitu baik kepada kami. Engkau masih memberikan kami nafas kehidupan, Engkau telah membangunkan kami di pagi yang sejuk ini dan memberikan kami hari baru serta  kesempatan bagi kami untuk membaca Firman-Mu, mendengar Firman-Mu dan merenungkannya sebelum kami melakukan aktivitas kami. Kuasailah hati kami dengan kuat kuasa Roh-Mu yang kudus agar kami mengerti akan Firman-Mu dan mendapat kekuatan baru serta mampu melakukannya di kehidupan kami setiap hari.
Berfirmanlah ya Tuhan, karena kami anak-anak-Mu telah siap untuk mendengar, kuduskanlah kami Bapa, dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami telah berdoa dan mengucap syukur. Amin.

I.              PENDAHULUAN
Pendengar RPK  yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, merupakan sebuah sifat umum dari manusia untuk mengambil yang terbaik untuk dirinya, atau jika tidak mampu untuk menjadi atau meraih yang terbaik paling tidak mengkait-kaitkan dirinya dengan sesuatu yang terbaik itu. Dalam beberapa khotbah atau bahkan PA sering kali kita mendengar bahwa kita ini adalah orang-orang yang telah ditebus yang disebut dengan Israel baru. Dari kata “Israel baru” seolah-olah kita mengkaitkan diri kita dengan bangsa Israel yang sesungguhnya, yaitu bangsa pilihan Allah. Seolah-olah kita menjadi lebih berharga jika kata Israel baru itu melekat di dalam diri kita.
Melalui perikop ini Paulus menjelaskan bahwa pemilihan Allah terhadap umat Israel bukanlah satu-satunya jalan untuk keselamatan bangsa-bangsa lain, melainkan sejak semula Allah telah berrencana untuk memberikan keselamatan itu kepada seluruh bangsa, itulah kasih karunia Allah.

II.            HANYA OLEH KASIH KARUNIA
Pemilihan Allah terhadap bangsa Israel bukanlah dikarenakan bangsa itu memiliki keunggulan dari bangsa-bangsa lainnya, bahkan bukan karena jumlah mereka yang besar, melainkan karena kehendak Allah sendiri. Dalam surat Roma 11:1-36 Paulus menceritakan secara sistematis dan kronologis rencana penyelamatan Allah terhadap seluruh bangsa, yang mana hal ini merupakan sebuah teguran peringatan kepada bangsa Israel yang menjadi congkak hatinya sekaligus berita penghiburan kepada mereka bahwa Allah tetap mengasihi mereka. Dengan demikian Paulus hendak mengatakan bahwa keselamatan itu tidak tergantung kepada bangsa Israel semata, melainkan hanya oleh kasih karunia Allah.
 Pendengar RPK yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, bisa saudara bayangkan jika keselamatan kita di hadapan Allah tergantung pada keturunan sebuah bangsa, bukankah segala harapan kita akan sirna? Adalah Allah menolak bangsa-bangsa lain yang juga manusia ciptaan-Nya? Jawabnya sudah barang tentu TIDAK. Sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia dan penuh belas kasih. Harapan kita ada pada kenyataan bahwa Allah tetap setia walaupun manusia tidak setia. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah dan mereka telah memberontak total. Nabi Elia pernah mengeluh dengan mengatakan “Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku”. Bukankah ini menunjukkan bahwa pemberontakan bangsa Israel sendiri sudah sangat hebat, oleh karena itu sudah sepatutnya mereka untuk memusnahkan mereka? Namun Allah tetap tidak memusnahkan bangsa itu dari Bumi ini, malah Ia memilih 7000 orang bagi-Nya yang dipilih menurut pilihan kasih karunia.



Jadi jelaslah bahwa kasih karunia adalah satu-satunya harapan bagi seluruh ciptaan untuk mendapatkan keselamatan dari Allah. Jika kita melihat asal kata kasih karunia dalam bahsa aslinya menggunakan istilah “kharis’ yang berlatar belakang dari kata kerja bahasa Ibrani yang berarti “membungkuk” atau “mengasihani”. Membayangkan seorang ibu yang membungkuk untuk mengangkat anaknya yang telah jatuh, maka itulah pengertian kata  'kasih karunia' (belas kasihan) dalam hal ini, yaitu perbuatan Tuhan yang dengan penuh pengasihan turun dari tempat yang tinggi untuk mengangkat orang yang telah jatuh ke dalam dosa. Dari sini kelihatan jelas bahwa Allah-lah yang bertindak aktif dalam menyelamatkan manusia dari dosa.
Apa yang dapat kita petik melalui perikop ini dalam kehidupan kita? Pertama-tama surat Paulus ini merupakan kabar sukacita kepada kita bangsa-bangsa yang bukan keturunan Israel, yang ternyata karena kasih karunia Allah juga mendapatkan keselamatan yang bukan karena perbuatan baik dan kehebatan kita. Oleh karenanya tidaka ada peluang untuk kita untuk menyombongkan diri melainkan senantiasa bersyukur.  
Selanjutnya adalah bahwa di dalam segala kondisi kehidupan kita, ketika di dalam kesesakan, penindasan, atau bahkan ketika kita melihat tidak ada satu orang pun yang benar lagi di sekitar kita, kita masih memiliki pengharapan terhadap kasih karunia Allah. Allah masih menyisakan beberapa orang sebagai saluran kasih setianya kepada setiap orang.
Dengan harapan ini, kita dapat memandang langit cerah di balik mendung kelabu kehidupan. Meskipun tekanan ekonomi sangat besar, kita bisa dengan yakin bekerja dengan giat, jujur bukan karena gaji semata melainkan karena itu jalan berkat Tuhan. Meskipun keadaan politik negara begitu memprihatinkan yang menyakitkan hati rakyat jelata, kita bisa terus berharap bahwa ada orang-orang baik yang dipilih oleh Allah untuk menyelamatkan situasi ini menjadi lebih baik. Oleh karena itu yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bersediakah kita untuk dipilih Allah melakukan hal-hal tersebut? Marilah kita kerjakan tugas keselamatan kita dan jangan sia-siakan kasih karunia yang telah Allah berikan kepada kita.

III.          PENUTUP
Pemilihan Allah kepada kita bukan berdasarkan perbuatan kita, jika pemilihan Allah berdasarkan perbuatan kita , kita bias kehilangan status sebagai orang pilihan Allah begitu perbuatan kita berkurang. Kita mau tidak mau akan hidup dalam ketegangan dan ketidakpastian karena hasil yang defenitif (hasil yang pasti) tidak dapat di ketahui . tetapi jika pemilihan Allah oleh kasih karuniaNya, hal itu  berarti kasih karunia itu menjadi jaminan. Dia akan memelihara kita, dan kita tidak mungkin lepas dari tangan_Nya. (Bnd. Epesus 2 : 8-9< Yh. 15: 16).

Saudara-saudara yang terkasih.
Kita patut bersyukur kepada Allah yang oleh karena anugerah-Nya dan perbuatan-Nya melalui karya  Kristus kita bisa datang kepada Allah dan oleh karena Kasih Karunia-Nya kita layak disebut sebagai umat-Nya . Kita yang dahulunya adalah bangsa kafir, tetapi oleh karena ketidaktaatan Israel, kita diterima  menjadi umat-Nya. (Orang Yahudi telah menolak dan menyalibkan Kristus, tetapi karena perbuatan nekad itu justru menghasilakan keselamatan bagi seluruh dunia, ( Roma: 11:).








Tidak ada hal apa pun dalam kehidupan kita yang dapat kita jadikan andil untuk mendapat-kan pengampunan, keselamatan, dan pembaruan dari Allah. Analisis Paulus tentang status dan kondisi manusia memang sangat gelap dan menyakitkan. Begitulah faktanya! Semua kita, bahkan orang yang sangat bermoral pun, pasti pernah melakukan kesalahan atau dosa. Bukan saja demikian, tiap orang memiliki kebiasaan dosa yang membuatnya seolah ketagihan. Kondisi ini dalam sinar “rontgen” Ilahi adalah mati secara moral-rohani. Dalam kekudusan Allah yang tanpa cacat dan tak kenal kompromi, semua orang mati rohani, tak berdaya untuk menghidupi moral-spiritual yang memenuhi kualifikasi Ilahi. Semua hidup di bawah murka  Allah! Kasih Karunia Allah tidak menghina status apalagi mematikan potensi manusia. Anugerah Allah tidak berdampak melumpuhkan daya juang moral-spiritual kita. Allah sangat mengasihi kita dan serius dengan penilaian bahwa kita adalah gambar-Nya.
Dengan gigih anugerah beroperasi menciptakan pengampunan, pembaruan, dan akhirnya membangkitkan kapasitas untuk menjadi master piece Allah! Hanya anugerah dari Yesus yang sanggup mengubah kita dari papa dan tak berdaya menjadi mulia dan penuh daya Ilahi! Amin

Mari kita berdoa:
            Bapa sorgawi, bapa yang baik kembali kami datang kehadirat-Mu mengucapkan puji syukur dan terima kasih atas firman-Mu yang baru saja kami dengar, biarlah Engkau mampukan kami menjadi orang yang mau hidup benar di hadapan-Mu dan takut akan Engkau, sehingga kami boleh menjadi anak-anak-Mu yang setia dan taat serta mengandalkan kasih karunia-Mu dalam kehidupan kami. Allah bapa, Engkau bekerja dengan bebas sesuai dengan kasih karuniaMu, Ampunilah kami jika kami sering menganggap diri kami telah bekerja segiat-giatnnya bagi Tuhan. Padahal  Engkau juga memilih orang-orang lain untuk melayani pekerjaanMu dengan lebih giat dan lebih bermutu.
Pimpinlah kami agar kami terbuka untuk mampu bekerja sama dengan setiap pelayan-pelayananMu. Sadarkan kami agar kami benar-benar mengandalkan kasih karunia Tuhan bukan kekuatan dan keberadaan kami dalam melaksanakan pelayanan di dunia ini.  Pagi ini kami juga berdoa bagi pendengar RPK dimanapun berada, agar Tuhan berkati didalam kehidupannya, yang sakit Tuhan sembuhkan, yang berduka Tuhan hiburkan, yang bergumul Tuhan tolong dan menangkan dia dalam pergumulannya, yang belajar dan kuliah Tuhan berikan hikmat dan kepandaian dan Roh kerajinan, sehingga mereka berhasil, yang belum mendapatkan jodoh tapi sudah cukup umur untuk menikah, Tuhan berikan jodoh yang sepadan, yang takut akan Tuhan, yang mencari pekerjaan Tuhan bukakan pintu pekerjaan.      
            Berkati RPK agar tetap jaya dan menyuarakan firman Tuhan agar bertambah-tambah yang mengenal Tuhan Yesus. Persatukan Tuhan seluruh anak-anak Tuhan agar bersatu, agar kami kuat menghadapi tantangan. Berkati Negara kami Negara kesatuan Republik tercinta Indonesia agar Tuhan mampukan pemerintahan kami mulai dari Presiden, Wakil, Menteri-menterinya sampai ke yang terkecil bahkan yang di daerah membawa kehidupan yang lebih baik dan makmur, damai serta takut akan Tuhan. Berkati gereja-Mu khususnya gereja HKBP Kernolong beserta Majelis dan jemaatnya.
            Terima kasih Bapa, ampuni segala dosa dan kesalahan kami agar kami layak dihadapan-Mu, layak menaikkan doa permohonan kami ini dan mendapat jawabannya seturut dengan kehendak-Mu Bapa. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kami yang hidup kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar